Jumat, 28 Juni 2013

Born To Fight


Born to fight “lahir untuk berjuang”. Didalam buku MC. Maryati beliau menulis,“Tuhan memberikan makanan pada setiap burung tapi tidak dengan melempar ke depan sarangnya”. Dapat kita artikan sendiri apabila kita meminta sesuatu kepada Tuhan, sebenarnya Tuhan telah memberikannya. Hanya saja kita harus mengambilnya dengan berusaha. Bila kita tidak ada usaha sama sekali maka jangan berharap jika apa yang telah kita inginkan dapat tercapai dan juga jangan salahkan siapa-siapa, karna kita sendirilah yang membuang kesampatan itu.
Sejak dalam kandungan, kita merupakan juara. Seorang juara haruslah memiliki semangat yang kuat, antusias, daya juang kuat, pantang menyerah dan yakin pasti bisa. Tapi terkadang lingkungan yang kurang tepat membuat kita tanpa sadar kecurian motivasi, sehingga kita merasa tidak beruntung, tidak bisa mencapai itu, merasa terlalu pendek, kurus, gemuk dan merasa tidak kaya.
Maka dari itu kita harus merebut kembali potensi diri kita dengan dream, breaking the limits, making changes, creating opportunity dan celebration.Orang yang tidak  memiliki mimpi  berarti tidak memiliki tujuan. Mimpi dapat menjadi motivasi, kekuatan dan energi yang luar biasa. Seseorang yang memiliki motivasi akan merasa gembira dan antusias, mempunyai energi lebih, daya tahan meningkat,mampu menghadapi segala tantangan dan membuka jalan baru.



Kondisi Otak


            Kondisi otak yang di golongkan menjadi 4 :
1.      Beta yaitu saat kita focus ke banyak hal ( kondisi yang tidak bagus untuk menerima pelajaran)
2.      Alpha yaitu hanya focus ke 1 hal saja ( kondisi yang bagus untuk menerima pelajaran )
3.      Teta yaitu saat melakukan sesuatu tapi kita merasa setengah sadar
4.      Delta yaitu saat kita istirahat
            
           Walaupun sepertinya sedikit ribet juga karna yang ke-2 kita jelaskan bahwa penampilan dan kerapian dalam berpakaian kita di nilai dan di perhatikan. Karena penampilan salah satu yang mencerminkan kepribadian kita, bukan berarti kita membohongi orang. Akan tetapi sebelum kita merubah penampilan kita, hendaknya terlebih dahulu kita mengelola diri kita atau merubah kepribadian kita terlebih dahulu menjadi lebih baik. Maka dari itu, salah satu yang harus kita pelajari merupakan kemampuan yang ada pada diri sendiri,antara lain sebagai berikut : 

1. Intrapersonal
    Merupakan kondisi dimana kita dapat mengelola diri sendiri, mengatur emosi, sikap dan perilaku kita sehingga akan timbul rasa kemenangan pribadi karena kita bisa mengalahkan diri kita sendiri, dan kita dapat berubah terutama dalam kepribadian, karena menjadi pribadi yang lebih baik.

 2. Phisical appearance
     Yaitu penampilan. Setelah kita dapat mengelola diri kita, langkah selanjutnya adalah memperbaiki penampilan..Penampilan mencerminkan kepribadian atau sikap kita. Bila kita bisa berpenampilan dengan baik maka orang akan menghormati dan menghargai kita.

 3. Interpersonal
     Yaitu dapat berhubungan dan berkomunikasi baik dengan orang lain. Jika intrapersonal dan phisicial appearance telah kita menangkan, dengan mudah kita dapat menerapkan dilingkungan. Karena penampilan yang sesuai dan cara mengelola terhadap diri sendiri yang bagus, seseorang mungkin bisa percaya dan tentu saja kita bisa diterima oleh masyarakat. Hal ini dalam artian bahwa kita mampu bersosialisasi dengan baik.

Komunikasi

 
     Jenis komunikasi ada dua macam, diantaranya sebagai berikut :
  1. Komunikasi lisan, komunikasi yang menggunakan suara. Biasanya komunikasi ini terdapat dua atau tiga orang komunitator. seperti orang yang sedang menelfon.
  2. Komunikasi non lisan, komunikasi ini biasanya dilakukan dengan pergerakan atau isyarat tubuh manusia. seperti mengedipkan mata dan sebagainya. 
      Ada beberapa tatacara yang harus dipahami dan dipelajari dalam berkomunikasi, diantaranya sebagai berikut :

  1. Yang pertama harus mengenali diri kita sendiri.
  2. Mengenali dan memahami orang lain yang ada disekitar atau yang akan diajak berkomunikasi dengan kita.
  3. Pengekspresian pada diri.
  4. Harus bisa menghargai orang yang sedang berbicara.
  5. Memberi kritikan terhadap orang lain dengan sopan.
  6. Harus bisa menerima pendapat atau kritikan dari orang lain tidak perlu memakai emosi.
  7. Bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya,
Dan masih banyak lagi yang perlu dipahami dan dipelajari. Ada pula komponen dalam komunikasi, antara lain sebagai berikut :
  • Sender, sebagai pengirim pesan.
  • Receiver, penerima pesan.
  • Pesan, informasi yang dikirim oleh si pengirim pesan.
  • Media, metode yang digunakan dalam pengiriman pesan baik secara tulis maupun lisan. Contoh pesan tulis seperti surat, telegram. Sementara lisan bisa berupa pesan suara melalu telfon, dsb.
  • Umpan balik, penerima pesan membalas pesan atau merespon pesan yang telah dikirim oleh sender.

Ilmu Jiwa Anak dan Historisnya


          Ilmu jiwa anak dan Ilmu jiwa masa muda, keduanya sering disebut dengan ilmu jiwa genetis atau ilmu jiwa perkembangan. Keduanya merupakan bagian dari psikologis. Karena perbedaan sifat dan ciri setiap perkembangan, ada tiga jenis psikologi antara lain sebagai berikut :

  1. Psikologi genetis atau disebut juga dengan psikologi perkembangan (psikologi anak) periodenya yaitu mulai dari masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja, sampai dengan masa menjelang dewasa.
  2. Psikologi umum, merupakan psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia budayanya yang normal dan dewasa.
  3. Gerontologi, yaitu ilmu jiwa yang mempelajari tentang bagaimana semua permasalahan yang terdapat pada usia tua.
          Ada latar belakang dan historisnya dalam perkembangan ilmu jiwa, ilmu jiwa ada dua macam yakni, ilmu jiwa lama atau kuna dan ilmu jiwa modern.
  • Ilmu jiwa lama (ilmu jiwa sebelum tahun 1900) disebut dengan ilmu jiwa sosiasi yang sifatnya pasif. Ilmu jiwa asosiasi merupakan peristiwa psikis yang merupakan akibat langsung dari perangsang fisik yang terdapat dari luar. yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam organisme manusia dan susunan urat syaraf. Ilmu jiwa lama atau kuna menganggap bahwa anak sebagai orang dewasa dalam bentuk kecil, anak yang dianggap status atau kedudukannya belum dewasa dianggap tidak ada bedanya dengan orang dewasa. Maka dari itu, bentuk kecil ini harustumbuh dan bertambah besar agar bisa sama dengan bentuk manusia dewasa.
  • Ilmu jiwa modern atau baru mengemukakan bahwasannya, totalitas dari keseluruhan lebih baik daripada jumlah bagiannya. Setiap peristiwa kejiwaan tidak dapat dipisahkan dari subyeknya dan tidak bisa diceritakan dari pribadi seseorang (anak) yang menampilkan peristiwa kejiwaan itu. Oleh karena itu, ilmu jiwa modern sifatnya subyektif dan memandang jiwa sebagai tenaga batiniah yang aktif, kreatif dan dinamis. Jiwa modern ini yang menyatu padukan semua dari proses kejiwaan menjadi satu totalitas yang berarti dan mempunyai fungsi sendiri.
          Jiwa dianggap sebagai pusat tenaga bathin yang memberikan nafas kehidupan pada manusia dengan semua tingkah laku dan menjadikan manusia menjadi seorang individu yang khas dan unik. Sehingga ia terlihat berbeda dengan yang lainnya karena memiliki ciri khas tersendiri.

Kamis, 27 Juni 2013

Epilog

 
     Hidup sesungguhnya dimulai dari dalam diri, bukan dari luar diri. Karena itu keberhasilan hidup selalu ditentukan pada sejauh mana kemampuan seseorang dalam menata dan mengelola potensi yang bersemayam di dalam dirinya. Sementara itu kecerdasan emosi (Emotional Quotient) merupakan potensi dan karunia Tuhan yang tak terbilang nilainya. Karena dengan kecerdasan itu seseorang mampu untuk membuat keputusan saat mengalami dilema. Kemampuan itu bukan muncul dengan sendirinya akan tetapi setiap manusia memiliki potensi tentang kecerdasan tersebut.
    Musik dengan harmoni nada tertentu sesungguhnya memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Musik merupakan bahasa manusiadalam suasana apapun, kegembiraan, kesedihan, dan kebahagiaan sering dinyatakan lewat musik.Musik menumbuhkan perasaan yang indah melalui pengalaman, musik juga mampu memberikan kemampuan motivasi dan media katarsis emosi. Dimana dengan motivasi dan musik sebagai medianya emosi akan menjadi lepas dari rasa tertekan, serta dapat mendorong semangat seseorang dalam melakukan sesuatu yang baik, positif dan bermanfaat.
      Akan tetapi, hingga saat ini musik bagi sebagian orang masih dipandang sebelah mata. musik secara umum tanpa adanya pemetakan tidak lagi dipahami sebagai alunan nada yang bisa mendatangkan keindahan. Padahal baik musik klasik, kosidah, dangdut, pop, metal, rock, blues dan jenis musik lainnya, selama musik tersebut mendatangkan manfaat bagi yang mendengarkan layak dijadikan media untuk pencapaian suatu hal yang lebih baik.

Jenis Kecerdasan

         
         Setiap orang tua biasanya menekan anaknya untuk berprestasi disekolah, menjadi juara, masuk sekolah favorit dan diterima diperguruan tinggi favorit. Menurut David Wechsler inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi yaitu faktor bawaan dan faktor keturunan. Orang sering sekali manyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini memiliki arti yang mendasar. Arti intelegensi sudah dijelaskan tadi, sementara IQ memiliki arti tingkatan dari Intelegensi Quotient yang artinnya skor yang diperoleh dari alat test kesehatan. IQ hanya memberi taraf kecerdasan seseorang dan bukan menggambarkan kecerdasan seseoranng. namun akan timbul masalah ketika otak mengalami kemasakan, tidak dapat berkembang lagi. Bahkan akan terjadi penurunan pada titik tertentu,
  • Penentuan Inteligensi
          Inteligensi dan bakat inteligensi merupakan konsep suatu kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dalam kemampuan yang umum, terdapat kemampuan yang spesifik. Kemampuan spesifik akan memberikan individu pada suatu kondisi yang mungkin dapat tercapai suatu pengetahuan, kecakapan atau ketrampilan.
  • Inteligensi dan Kreatifitas
          Kreatifitas merupakan salah satu ciri dari perilaku intelegen. Meski demikian, hubungan antara kreativitas dan intelegen tak selalu menjadi bukti yang memuaskan.
  • Agar seorang anak kreatif
         Riset baru menunjukkan bahwa seorang anak yang orang ruanya benar-benar membiarkan mereka akan menjadi lebih kreatif dibandingkan dengan orang tua yang banyak terlibat dalam proses kreatifitas anaknya.
  • Biarkan kreativitas anak berkembang]
          Dengan memusatkan perhatian pada cara orang tua mendidik, para peneliti merekam bahwasannya interaksi yg terjadi antara orang tua dan anak saat sedang bermain. Mereka berasumsi bahwa orang rua dengan cara mendidik yang dapat mendukung dan memungkinkan, akan mempunyai anak yang kreatif.

          Namun, menurut dari sejak kelahirannya yang pertama setiap anak memiliki skitar 9 jenis kecerdasan. Diantaranya sebagai berikut :

  1. Cerdas Bahasa (yakni cerdas dalam mengolah kata).
  2. Cerdas Gambar (memiliki imajinasi yang tinggi).
  3. Cerdas Musik (peka terhadap suara dan irama).
  4. Cerdas Tubuh (trampil menolah tubuh dan gerak).
  5. Cerdas matematika dan logika (cerdas dalam sains dan berhitung).
  6. CerdasSosial (kemampuan dalam membaca pikiran orang lain dan perasaan orang lain).
  7. Cerdas Diri (Menyadari kekuatan dan kelemahan diri).
  8. Cerdas Alam (peka dengan alam sekitar).
  9. Cerdas Spiritual (menyadari makna ektitensi diri dalam hubunganya dengan sang pencipta).
  10. Cerdas Emosional (pandai dalam mengolah emosi, seperti berempati, bersosial, kemandirian, percaya diri, dsb).

Mandiri


     Sebagai mahluk sosial, setiap manusia memiliki tugas, hak, dan kewajiban sendiri-sendiri. Salah satunya adalah aku, aku juga mempunyai hak, tugas, dan kewajiban sendiri sebagaimana manusia yang lainnya. Dan aku belajar untuk hidup mandiri, hidup mandiri bukan berarti dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, namun tak selamanya aku akan tergantung dengan orang lain.

Minggu, 23 Juni 2013

Sifat Manusia



Ketauhilah ada beberapa sifat dasar manusia. Sifat dasar manusia dibagi menjadi 4, yaitu :

  • Sanguinis
          Seorang Sanguinis merupakan type yang banyak omong, bahkan terkadang pula ia suka ceplas ceplos dalam berbicara hingga tak disadari biasanya menyinggung perasaan orang lain. Sanguin suka menjadi pusat perhatian banyak orang, dan ia senang bila dipuji. Sanguinis merupakan type yang pandai bergaul, membuat suasana rame dan asik, bisa membuat orang disekitarnya akan merasa nyaman dengan Sanguin akan tetapi mood nya tidak stabil mudah berubah-ubah. Kelemahan seorang Sanguin ini sulit untuk berkonsentrasi, egois, nggak bisa diam dan hidupnya agak berantakan. Namun diantara sifat yang lain Sanguinis lah yang paling menikmati hidup.
  • Plegmatis
          Seorang Plegmatis biasanya cinta damai, ia terlihat tenang dan pendiam nggak banyak omong seperti Sanguinis namun ia cenderung bijaksana. Plegmatis seorang yang penyabar, hemat, berhati-hati dalam berteman, dan ia bisa menyimpan perasaannya dengan baik (lebih cenderung memendam perasaannya). Bisa menjadi pendengar setia ketika diajak bercerita atau pun curhat, ia menyenangkan dan selalu bisa menjaga perasaan seseorang. Dan ia seperti sanguinis mampu membuat orang didekatnya merasa nyaman. Kelemahan Plegmatis itu suka menunda-nunda pekerjaan, tidak suka didesak, suka menghindari konflik, namun ia merupakan pribadi yang paling stabil diantara pribadi lainnya.
  • Melankolis
          Melakolis mempunyai rasa empati yang tinggi dan ia orangnya tidak tegaan, suka berkorban untuk teman, pemikir, bahkan terkadang menuntut segala sesuatunya untuk sempurna. Jeleknya melankolis ini adalah sensitif, selalu terjebak dimasalalu (susah move on), pendendam, suka murung dan tertekan dengan masalah yang sedang dihadapi, mempunyai rasa curiga yang besar, suka mengingat yang negatif, jika marah suka dipendam sendiri dan terbilang seorang yang penutup jika ada apa-apa dirasa sendiri nggak mau berbagi dengan orang lain, kalau pun bercerita hanya dengan orang yang dipercayai saja. Jika mood nya sedang berantakan biarkanlah ia untuk menyendiri, karena ia butuh waktu untuk sendiri. 
  • Koleris
         Koleris umumnya berjiwa pemimpin, ia suka akan tantangan, suka berpetualang, suka memerintah dan seorang yang tegas. Namun ada pula sisi negatifnya, seorang Koleris ini orang yang tidak sabaran, segala sesuatunya harus cepat. Gampang marah, sok jadi pemimpin, egois.